Translate

Wednesday, January 16, 2013

Misteri Kebudayaan Yang Terkubur Di Gua Langit Nepal


Pendaki dan ilmuwan berjalan di tepi Sungai Kali Gandaki di daerah Mustang yang terpencil di Nepal. Lebih dari 18 meter di atas mereka terdapat gua-gua buatan manusia berabad-abad lalu.
Untuk mencapai gua-gua yang digali di tebing setinggi 47 meter di atas lembah, Matt Segal (atas) terpaksa mendaki tebing rapuh yang hancur saat disentuh. Gua-gua itu berumur 800 tahun --saat ini dalam keadaan kosong.
Matt Segal meniup debu dari kepingan naskah yang ditemukan dalam tempat penyimpanan dokumen. Umumnya naskah ditulis abad ke-15, membahas topik baik ketuhanan maupun kemasyarakatan.
Dalam kuil pribadi di sebuah rumah di kota Lo Manthang, seorang lama Buddha Tibet melakukan upacara dengan gembreng, tambur, dan dupa. Mustang yang dulu merupakan bagian negeri Tibet raya masih kental dengan kebudayaan Tibet.
Tsewang Tashi, lama Buddha Tibet, menuntun kudanya melintasi desa Samdzong, dekat perbatasan Cina. Ketika terjadi pergolakan 800 tahun silam, warga mungkin berlindung ke gua, dan baru kembali beberapa generasi kemudian. Jika kita khawatir terhadap tetangga, salah satu tempat tinggal yang baik adalah di gua, kata ahli arkeologi Mark Aldenderfer.
Seorang bayi dan kaki seorang wanita dewasa termasuk di antara 30 jasad yang termumikan secara alami. Mumi-mumi itu ditemukan di sebuah gua makam tebing di situs Mebrak Mustang pada 1995 oleh ahli arkeologi Jerman dan Nepal. Jasad yang berusia sekitar 2.000 tahun ini dibalut dengan potongan kain lalu dimasukkan ke dalam peti mati kayu bersama gelang tembaga, manik-manik kaca, dan kalung kulit kerang.
Dengan walkie-talkie di satu tangan dan tulang rahang manusia di tangan lain, Pete Athans berjalan hati-hati di sebuah gua makam yang telah dijarah. Sementara itu Matt Segal memeriksa lubang tempat asal tulang-tulang itu. Para ilmuwan berharap, DNA dari gigi akan menentukan asal-usul jasad itu. 
Jacqueline Eng, ahli bioarkeologi, meneliti tulang manusia dan hewan berusia 1.500 tahun dari gua makam sambil ditonton seorang penduduk desa Samdzong. Luka dangkal pada tulang manusia menunjukkan adanya kebiasaan membuang daging
Matahari petang menyinari kuil dan rumah di Tsarang, bekas kota terpenting di daerah ini. Di Mustang, tempat gaya hidup tradisional tidak terganggu selama berabad-abad. Gua menyimpan petunjuk saat kerajaan terpencil di Himalaya itu merupakan kota yang menghubungkan Tibet ke seluruh dunia.


No comments:

Post a Comment